Posts

Showing posts with the label True Story

seorang santri misterius #3 jangan baca catatan ini

Image
     Ini hanya soal hati yang berbisik pelan membangunkan logika yang masih terperangkap dalam sebuah memori abstrak. Ini soal Pikiran yang kembali bertamasya pada tempat yang tak pernah ia pijaki. Pikiran yang kembali berelaksasi pada udara yang tak pernah ia hirup. Pikiran yang kembali tergugah untuk menelusuri kemana arah jejak itu melangkah. Pemilik jejak yang nyatanya hanyalah seseorang yang pernah hidup dalam ilusi masa lalu. Atau bisa jadi masa depan, semoga saja. Ini soal perasaan hati yang tak bisa ditafsirkan. Pada seseorang yang entah siapa. Entah ada atau tidak. Entahlah.. seperti ada serpihan puzzle bergeletakan pada jiwaku. dan satu lagi tersangkut pada bayangannya. Aku harus mengejarnya. Aku harus menyelesaikan teka teki ini. aku harus.... berhenti ! Ada sesuatu yang aneh bersemayam dalam hatiku. Seperti perasaan ketika berteriak sekeras mungkin pada tengah malam saat ujian sabuk pencak silat SMP lalu ketika habis dikata-katain senior. Tapi juga...

Guru dengan Gaji Minim Namun Semangat Maxi

                Kesenjangan sosial . Rasanya walau dirasa kontroversial namun sudah menjadi hal lumrah bagi Indonesia. Yang kaya semakin kaya dan yang membutuhkan kewalahan sendiri. Botol besar diberi tutup yang kekecilan sedangkan botol kecil diberi tutup yang kebesaran, tidak akan ada yang pas ! segala sesuatu harus sesuai dengan kebutuhannya. Seharusnya begitu..                 Ini mengenai cerita salah satu guru sekolahku. Seputar gaji yang didapat guru sekolah swasta dan guru sekolah negeri yang jauh berbeda.                 Pagi itu, pada suatu bulan yang hangat, setelah lebih dari seminggu tak berjumpa guru Fisika Killer kami yang seringkali berubah menjadi Sweety dan sering bilang “say”, akhirnya kembali mengajar. Di sekolah kami, setiap mata pelaja...

Ada Apa Dengan Uang ?

Image
                               Aku muak. Aku benar-benar muak pada mereka. Mereka yang selalu mengasingkan orang lain yang tak lebih tinggi jabatannya darinya seolah merekalah raja yang paling candu pada harta. Dan mereka yang selalu merendahkan seseorang hanya karena apa yang nampak darinya, bukan hatinya. Aku muak, muak sekali. Namun kenapa semua itu seolah jadi sebuah persembahyangan pada ego mereka atas bentuk pemuasan setiap hasrat untuk menjadi yang terhebat. Apa hebatnya jika hanya mampu membuat simpul sinis di sudut bibirnya ? Ada apa dengan mereka ?                 Aku muak pada mereka yang selalu mentertawai seseorang atau seolah jadi penguasa dengan terus memarahinya dengan alasan-alasan tak jelas yang mereka sebut kewibawaa. Namun lebih pantas ...

Bagaimana Rasanya Bunuh Diri ?

Image
Apa yang membuat seseorang terpikirkan untuk mencoba bunuh diri ? stress. Ya, kita semua tahu alasan yang paling umum adalah karena orang itu mendapatkan tekanan terlalu banyak. Dia yang terlalu lemah jiwanya hingga tak mampu lagi untuk menghadapi segala ujian hidup yang datang menghampiri. Itulah yang aku alami, dulu. Pernah aku berpikir, bagaimana jika aku mati saja daripada harus terus seperti ini ?  Waktu itu, aku sempat mengambil pisau dapur. Pisau ukuran cukup besar yang gagangnya berwarna merah. Kebetulan di rumah nenek waktu itu sedang sepi. Aku hanya kebingungan bagaimana memulainya ? apakah aku harus memotong urat nadi di pergelangan tanganku ? atau aku tikam perutku saja ? aah, rasanya pasti sangat menyakitkan. Apalagi nanti akan ada banyak darah yang mengalir akibat ulahku. Aku takut melihat darah, waktu itu. Tak lama, aku segera menyimpan kembali pisau dapur tadi. Konyol sekali, kenapa harus susah payah begini ? kan bisa pakai racun tikus saja ! y...

Karena Aku Bukan Cewek GauL

                Hari ini aku baru saja bertemu kembali teman SMP yang sudah 1 tahun setengah berpisah. Aku mendapat panggilan dari a Ridwan, pelatih nasyidku saat SMP, untuk datang ke sana membantunya melatih nasyid grup yang masih junior. Setibanya di sana, aku disambut hangat oleh kedua teman satu tim dulu. Mereka memelukku dan salah satu berkata, “kau tidak berubah rupanya.” “apa ? kenapa ? apa aku masih pendek seperti dulu ?” tanyaku tersenyum canda. Karena hanya itu yang bisa aku katakan setelah sekian kali mendapat ucapan serupa menyebutku tak kunjung tinggi menyusul mereka. “aah, bukan..” jawabnya. Aku pikir mungkin dia tidak berbohong. Kami saling tersenyum.                  Kembali ke tanah SMP, aku merasa kembali menjadi diriku di masa putih biru. Aku yang cupu, yang tak pandai bergaul. Namun, Semua orang mengenalk...