Jannah My Motivation
Hidup ini tak lain hanyalah misteri.
Misteri kenapa kita dilahirkan. Misteri kenapa kita hidup di negeri ini dan
diberkahi keluarga seperti ini. Padahal kita tidak memintanya bukan ? lalu apa
kita ini sebelum menjadi seorang manusia ? dimana kita ini sebelum terlahir di
dunia ? Dzat apa sebenarnya yang telah Menciptakan kita dan Menghendaki kita
untuk menjadi seperti sekarang ini ? lalu kenapa kita tidak bisa melihatNya ?
semua pasti ada alasannya, kita hanya perlu bangkit dan mencari tahu
kebenarannya.
Kawan, ada seorang Mu’allaf yang tak lain dia itu adalah guruku sendiri.
Hidupnya penuh teka-teki. Dirinya selalu dihantui pertanyaan-pertanyaan yang
membuatnya tak bisa duduk manis di rumah saja. Dulu dia seorang kristen dan
hidup dalam keluarga dan teman-teman yang berkeyakinan bahwa Tuhan itu ada 3.
Dia termasuk pada seorang pelajar yang pintar, namun sayang hatinya masih gelap
karena belum ada cahaya Islam yang merasukinya.
Setelah memeluk islam, jiwanya makin mantap. Dia punya cita-cita besar
atas dasar islam. Walau dia Mu’allaf, namun dia lebih tekun dalam mempelajari
isi kandungan dari sebuah kitab yang telah memberi cahaya dalam hatinya.
Apalagi kalau bukan Kitab Al-qur’an. “saya ini ibarat bayi yang sedang asyik
karena diberi mainan baru.” Ujarnya. “tapi saya heran, kenapa kalian yang sejak
lahir dibesarkan dalam keluarga Islam seperti belum mengenal Al-qur’an saja ?”
lanjutnya.
Seketika itu aku merasa malu. Sangat sangat malu. Apa yang
diucapkannya itu benar sekali. Kenapa aku yang sejak lahir berada dalam naungan
islam tidak lebih baik dari seorang mu’allaf yang baru beberapa tahun
masuk Islam ? apa saja yang telah aku lakukan selama ini ? lalu bagaimana
dengan orang-orang yang berstatus islam lainnya, namun tidak menerapkan ajaran
Islam ? bukankah Islam tidak cukup dengan melaksanakan shalat 5 waktu dan puasa
Ramadhan saja ? masih teramat banyak ajaran Islam yang belum kita pelajari.
Kalau bukan karena dahsyatnya gejolak api jahannam yang menjadi resiko karena
kelalaian kita, mungkin seharusnya kita berpikir 2 kali untuk berpura-pura
tidak tahu.
Ternyata bukan status yang menjadikan kita lebih baik dari orang
lain yang bukan islam sekalipun. Tapi lihat realitanya. Kita seharusnya tidak
bangga dengan status islam yang kita pegang selama ini. Jika pada kenyataannya
kita sendiri belum benar-benar mengenal islam. Tidak perlu dibahas lagi tentang
keislaman seorang yang berpakaian tapi telanjang dan berpacaran namun tak
perawan. Tapi seorang santri dan ustadz saja bisa di beri pertanyaan berikut,”
kemanakah islam yang kau pegang erat itu ?” lha, kenapa bisa ?
kita dituntut untuk tidak setengah-setengah dalam memeluk islam. Karena
islam sendiri sudah diwahyukan dalam keadaan sempurna (Q.S Al-Maidah : 3) kita
harus membenahi diri. Lalu bagaimana kita berbenah ? tak ada manusia yang mampu
hidup sendiri di dunia ini. Dan tak mungkin kita mampu mengoreksi diri jika tak
ada yang memberi petunjuk. Siapa yang memberi petunjuk itu ? selain Allah swt
yang Menghendaki, hidayah itu tak selalu jatuh dari atas langit. Adakalanya
Allah menyampaikan hidayahNya melalui tangan-tanganNya. Sahabat-sahabat baiklah
yang selalu menunjuki kesalahan kita yang dimaksud sebagai Tangan Tuhan. Dengan
perantara mereka, kita akan tahu dan mau untuk memperbaiki diri.
Namun kita malah keliru dalam mencari teman. Kita seringkali tertipu
dengan pujian-pujian teman yang justru telah menjauhkan kita dengan-Nya.
Mungkin pepatah “carilah teman yang selalu mengucapkan kebenaran padamu, bukan
teman yang selalu membenarkan perkataanmu.” Sudah tidak asing lagi.
Mudah-mudahan dengan menanamkan pepatah itu, kita mampu membedakan mana teman
yang ikhlas bersama-sama menuju Syurga-Nya, dan mana teman yang ikhlas pula
bersama-sama mengejar tipuan dunia dan berakhir dalam api Neraka-Nya.
Kawan, jangan biarkan alasan apapun melupakan kita akan Hari yang telah Allah
swt Janjikan. Jangan biarkan alasan apapun membuat kita meremehkan Hari
tersebut. Hari dimana kawan ataupun lawan tak bisa membantu siapapun. Hari
dimana tak ada tempat untuk lari dan bersembunyi dari apa yang telah kita
perbuat di dunia ini. Semua akan dimintai pertanggungjawabannya.
Kawan, jika tak ada satupun alasan untuk mendorong kita menjadi lebih
baik, semoga bayangan atas keabadian Taman Syurga dan segala keindahan di
dalamnya menjadi sebuah cahaya kecil dalam hati ini yang kelak akan menerangi
dan memberikan penawar rindu atas segala kesedihan kita di dunia yang
sementara ini. Jannah My Motivation.
Comments
Post a Comment