Valentine’s Day , Hari Kasih Sayang atau Hari Kasih Keperawanan ?


13.02.2014,  19:00

          Satu hari dalam satu tahun yang dinanti-nanti para remaja dunia ini tak lain adalah hari yang katanya Hari Kasih Sayang. Atau bahasa gaulnya yakni Valentine’s Day. “Selamat Hari Valentine , sayang. Nanti malem aku jemput ya ? aku mau bawa kamu ke tempat terindah untuk menunjukan rasa sayang aku ke kamu .. muuaaaahh :* “ kata Sang Pacar. Tidak perlu dijelaskan lagi apa yang terjadi setelahnya. Nah, lalu kenapa hal itu terjadi ? bukankah dulu sekali sebelum era globalisasi, Indonesia tidak mengenal Valentine’s Day ? Bahkan Indonesia pada jaman dulu tidak se-erotis jaman sekarang. Nenek kita di usia mudanya tidak mengenal kata pacaran. Saat nenek kakekmu saling jatuh cinta, mereka melangsungkan pernikahan agar tidak ada pandangan buruk dari para tetangganya. Nah, sekarang apa yang terjadi ? ironis.
         Tahu tidak asal-usul Valentine’s Day ? ternyata tidak sedikit cerita di balik perayaan ini. Ada yang bilang atas peringatan kematian seorang pendeta yang bernama Valentine. Ada yang bilang atas peringatan dari satu hari bercinta yang dilakukan orang-orang kafir, dsb. Lebih lengkap baca saja sejarahnya => Hari Kasih Sayang. Tidakkah mengerikan jika Umat islam yang menentang keras segala budaya orang-orang kafir sepanjang masa malah sukarela ikut memperingatinya ? jika kita amati,  Valentine’s Day ini menjadi puncak kejayaan para syaitan dalam menyesatkan kaum muda atas dasar Cinta. Antum muslim ? lah, kenapa antum bilang “Selamat Hari Valentine !” ? tidak perlu diberi tahu lagi saya yakin antum semua sudah tahu Valentine itu tidak ada dalam Islam.
        “ Ih, aku kan nggak ngerayain Hari Valentine, cuma dikasih coklat sama pacar. kebetulan pas Hari Valentine.”
          Nah, itu adalah kalimat alasan bagi para muslim yang tidak mengakui dirinya yang  memperingati hari maksiat itu. Katanya gak ngerayain, tapi dikasih coklat pas hari itu ? ellah, garing banget alasannya. Tahu gak, saat kalian menerima hadiah dari Sang pacar, itu adalah gerbang awal bagi para pria untuk merampas “hak mereka”, katanya, sebagai seorang pacar yang setia. Padahal mah ujung-ujungnya sudah habis sepah dibuang. Segala sesuatu itu ada prosesnya. Kecelakaan tidak akan terjadi bila kita berhati-hati dan mentaati rambu-rambu yang sudah ada. Apalagi faktor kesengajaan, Persiapkanlah tubuhmu untuk dieksplor oleh Sang kekasih tercinta tidak lama lagi. Dan ujung-ujungnya, positif kok. Positif hamil maksudnya.
           Saya sudah bosan melihat teman-teman yang masih saja bersuka ria dalam aktifitas pendekatan diri pada zinah mereka, PACARAN. Tahu tidak, PACARAN adalah senjata untuk membobol kehormatanmu ? “gak bakalan lah, kan aku pacaran juga terjaga. Gak pegangan, gak tatap-tatapan, apalagi jalan bareng. Nggak deh ! Cuma smsan doang.” Masyaallah.. SMSan adalah alasan level 1 yang sering  muda-mudi pakai dalam setiap kegiatannya berdua-duaan dengan Pujaan Hati. memangnya kamu pikir , dengan hanya SMSan kamu terjamin selamat, gitu ? apa tidak dipikirkan sebelumnya, kamu itu punya Tuhan, kan ? kalau kamu tahu, kamu gak bakalan berani deh buat SMSan yang berakibat khalwat, padahal Tuhan kamu selalu Memperhatikan. Apa dengan begitu mudah kamu melupakan Tuhanmu, demi pacar ? astaghfirullohal adzim.
            Hari Valentine itu korbannya mereka yang berstatus pacaran. Saya benar-benar heran, kenapa virus merah jambu (pacaran) ini bisa masuk menerobos kawasan anak santri dan santriwati ? bukankah keimanan mereka lebih tebal dari yang di luar sana ? jatuh cinta itu manusiawi tapi dengan status pacaran ? di pesantren ? aduuh. Ukhty wal akhy, menurut antum apa yang positif dari pacaran ? jangan sampai antum ikut-ikutan berkhalwat dengan status PACARAN. Ingat, semua ada prosesnya.. udah, mending putusin ajah ! *promosi buku karya ust. Felix Siaw, hihi
Saya pacaran juga hitung-hitung mencari pasangan yang benar-benar serius untuk dijadikan pasangan hidup kelak. Mana mungkin bisa harmonis setelah menikah nanti jika kita tidak tahu seluk beluk calon sebelumnya ?
       wah wah, Mari kita simpulkan, apa antum rela dijadikan tikus percobaan ? tahukah antum, jodoh itu siapa yang menentukan ? jika itu tujuan dari pacaran, bukankah lebih logis kalau justru nanti itu antum akan dengan mudah bergonta-ganti pasangan, seperti halnya pacaran, kelak setelah menikah ? itu karena kebiasaan. Udah, mending putusin ajah ! yang masih teguh dengan prinsip Jomblo sebelum Akad ,  tetap perhatikan setiap tindakan kita terhadap siapa yang kita sukai. pertebal keimanan, jika kita ingin pasangan yang sholeh / sholehah kelak, maka kita harus jadi calon yang sholeh dan sholehah dulu.
“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) ..” (Q.S An-Nuur : 26)
            Teruntuk ukhty ku tercinta, mari jaga kehormatan kita. jangan mau diperdaya oleh cinta yang semu.  semua ada tahapannya. Sebelum itu terjadi, menghindarlah ! dan teruntuk akhy , jagalah pandanganmu, ok ? dan kendalikanlah syahwatmu, oke ? jangan kau biarkan tulang rusukmu patah karena tindakanmu sendiri. jadilah pemimpin yang bertanggung jawab. Ingatlah, Gelas yang terbalik dan tertutup rapat tidak akan mungkin menampung air yang diarahkan padanya. Semoga kita tidak menjadi gelas yang terbalik itu.. karena jika begitu, hidayah apapun tidak akan sampai pada hati kita. Yang ada nanti kita tersesat dan semakin jauh dari jalan lurusNya. Naudzubillahi min dzalik.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.(Q.S Al-Israa : 32)



Comments

Popular posts from this blog

Kami adalah Ummahatul Ghad (UG)

Kalimat yang Lebih Menyentuh Hati daripada "Aku Mencintaimu Karena Allah"

Cowok Keren Limited Edition